Kamis, 10 Januari 2013

Perjalanan Menuju Hilir Sungai

 
              "Hingga ketika aku merindukan sungai yang tenang"
Jika ada yang bilang hidup itu seperti air mengalir, menurutku sungai adalah jalurnya. Jika ada yang bilang sungai bermacam-macam jenisnya, menurutku setiap jalan hidup anak manusia pun beragam. Jika ada yang bilang lebih menyukai sungai yang berkelok, menurutku setiap hidup manusia pasti ada kelokan nya. Jika ada yang bilang sungai mempunya aliran yang deras dan aliran yang tenang, menurutku setiap hidup pasti ada cobaan dan ada hikmahnya. Tetapi semua sungai hanya bermula dari tempat yang sama dan menuju tempat yang sama, dari hulu menuju ke hilir.

Aku memulai perjalananku dari sebuah hulu sungai yang tenang, terus mengikuti alur perjalananku menuju hilir yang aku impikan. Sekarang mungkin aku belum terlalu jauh dari hulu ku, ketika aku mulai merindukan sebuah arus sungai yang tenang untuk aku lewati di perjalanan ku menuju hilir. Ketika arus yang aku lewati sekarang bergitu deras, sehingga aku tak dapat menikmati perjalanan yang terasa begitu melelahkan karena derasnya sungai. Ketika aku harus terus menjaga kestabilan perahu kecilku yang sudah nyaris terbalik di tengah arus yang deras.

Tak pernah ada yang puas dengan perjalan nya, ketika sungai menjadi tenang dan membosan kan, banyak yang merindukan sebuah arus yang deras. Ketika sudah menemui arus yang deras maka akan ada arus yang tenang di depan sana, jika berada pada arus yang tenang maka akan ada arus yang deras menanti di ujung sana. Begitu pula dengan jalur sungai ku, aku berada pada arus yang deras dan tak pernah sabar menunggu perahu ku sampai pada arus yang tenang di ujung sana, aku tak sabar mengobati rindu ku dengan arus yang tenang.

Aku akan menciptakan arus sungai yang tenang di sebuah hilir untuk akhir perjalanan perahuku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar