Sabtu, 26 Januari 2013

Jumat, 11 Januari 2013

Dua Cangkir Kopi

Waktu yang menunjukan lewat tengah malam, di luar sana angin menghembuskan nyanyian nya dengan sangat keras, membuat aku memilih untuk menghabiskan malamku dengan secangkir kopiku sendirian.

Aku akan menunggu waktu dimana kita akan menghabiskan malam kita dengan dua cangkir kopi kita bersama. Aku, Kamu, dan dua cangkir kopi kita

 

Selamat malam, Sayang..

Kita Adalah Secangkir Kopi



"Jika kamu adalah secangkir kopi hitam pekat, aku adalah gula yang akan menjadi pelengkapnya."

Kamis, 10 Januari 2013

Perjalanan Menuju Hilir Sungai

 
              "Hingga ketika aku merindukan sungai yang tenang"
Jika ada yang bilang hidup itu seperti air mengalir, menurutku sungai adalah jalurnya. Jika ada yang bilang sungai bermacam-macam jenisnya, menurutku setiap jalan hidup anak manusia pun beragam. Jika ada yang bilang lebih menyukai sungai yang berkelok, menurutku setiap hidup manusia pasti ada kelokan nya. Jika ada yang bilang sungai mempunya aliran yang deras dan aliran yang tenang, menurutku setiap hidup pasti ada cobaan dan ada hikmahnya. Tetapi semua sungai hanya bermula dari tempat yang sama dan menuju tempat yang sama, dari hulu menuju ke hilir.

Aku memulai perjalananku dari sebuah hulu sungai yang tenang, terus mengikuti alur perjalananku menuju hilir yang aku impikan. Sekarang mungkin aku belum terlalu jauh dari hulu ku, ketika aku mulai merindukan sebuah arus sungai yang tenang untuk aku lewati di perjalanan ku menuju hilir. Ketika arus yang aku lewati sekarang bergitu deras, sehingga aku tak dapat menikmati perjalanan yang terasa begitu melelahkan karena derasnya sungai. Ketika aku harus terus menjaga kestabilan perahu kecilku yang sudah nyaris terbalik di tengah arus yang deras.

Tak pernah ada yang puas dengan perjalan nya, ketika sungai menjadi tenang dan membosan kan, banyak yang merindukan sebuah arus yang deras. Ketika sudah menemui arus yang deras maka akan ada arus yang tenang di depan sana, jika berada pada arus yang tenang maka akan ada arus yang deras menanti di ujung sana. Begitu pula dengan jalur sungai ku, aku berada pada arus yang deras dan tak pernah sabar menunggu perahu ku sampai pada arus yang tenang di ujung sana, aku tak sabar mengobati rindu ku dengan arus yang tenang.

Aku akan menciptakan arus sungai yang tenang di sebuah hilir untuk akhir perjalanan perahuku.

Sabtu, 20 Oktober 2012

Kaget Gaul

Dear adik-adik perempuan yang mencoba gaul karena lingkungan,

Coba sekarang gue mau nanya apa sih definisi gaul yang kalian pikirin? Rambut panjang terurai dengan poni yang hits itu, nenteng BB dan iPhone beserta iPad kalian kemana-mana, keluar masuk mall dan hang out setiap malam terus di update, bolak balik ke salon setiap dua hari sekali, keluar masuk club setiap malam minggu pulang-pulang ke rumah dalam ke adaan gontai dan besok pagi nggak inget apa-apa. Ah, yaudah lah terkadang memang itu pilihan hidup setiap orang, semua orang bebas nentuin apa pilihan hidupnya

Gue nggak pernah bermasalah atau merasa risih sama gaya hidup siapapun karena ya memang life is choice, gue sendiri pun punya pilihan dan gaya hidup gue sendiri yang sampai detik ini masih membuat gue nyaman dan bahagia tanpa perlu memaksa menjadi orang lain, everyday gue lebih memilih rambut cepol atau kucir kuda ya karena memang itu pilihan gue dan gue nyaman dengan itu. Orang yang paling bahagia itu adalah orang yang cuek.

Gue mahasiswi salah satu universitas swasta ternama di Jakarta yang memang kebanyakan orang tau di dalam kampus gue ini banyak 'ayam kampus' ya itulah sebutan nya, sedih sih emang tapi setelah gue melihat dengan mata kepala gue sendiri kalo memang its real, banyak yang terlihat bergaya seperti ayam, atau bahkan ada yang udah nggak malu lagi buat menunjukan dia itu seorang pok pok pok pok...

balik lagi ke kaget gaul, menurut gue kebanyakan cewek yang sampe rela menjual harga diri nya demi kebagahagian nya sesaat itu perempuan-perempuan kaget gaul. mereka nggak pernah bisa bersyukur dengan apa yang orang tua mereka kasih dan punya. gue yakin kok semua orang tua juga mau ngasih apa aja yang anaknya mau, sebagai contoh, gue yakin nyokap gue mau beliin gue 10 mobil sekarang juga kalau gue minta dan kalau memang mereka punya uang. nah kalau nggak punya? bersyukur memang sulit, tapi kalau terus mendengak ke atas nggak akan ada habisnya. Daripada sibuk ngikutin zaman dengan memaksakan diri menjadi orang lain atau memiliki yang orang lain punya, kenapa nggak mikirin kapan lulus, cepet lulus kuliah, terus kerja biar bisa punya uang halal buat beli semua yang di pengen.

Nggak kuat ngeliat lingkungan, rasa ingin buat memiliki apa yang banyak orang punya, tapi kondisi keuangan keluarga yang nggak mendukung mungkin jadi salah satu faktornya. Setelah mereka dapetin semua yang mereka ingin beli mungkin mereka punya semuanya, tapi satu hal mereka kehilangan mahkota mereka sebagai perempuan, sebuah harga diri. Yang nggak akan pernah bisa di beli pake rupiah, sen, dolar, kepingan emas dan perak semua jenis mata uang sekalipun nggak akan pernah bisa mengembalikan mahkota mereka.

Ya begitulah kerasnya Jakarta, emang Jakarta keras tapi nggak semua orang di dalam nya juga keras jadi pandailah bergaul, pintar lah bersyukur dan be your self, dik. Hidup itu merunduk ke bawah, karena kalau mendengak ke atas nggak akan pernah sampai ke tujuan, di atas awas masih ada awan yang lebih tinggi.

Jumat, 23 Desember 2011

Mencari sesuap sushi...

Sebenernya udah janji mau ngepost ini dari 1 minggu yang lalu, cuma apa daya gue lupa password blog gue dan akhirnya setelah perjuangan keras gue melewati lautan dan pegunungan serta hutan belantara gue bisa juga buka blog gue *oke ini lebay, maaf*. Bahkan gue juga lupa password skype gue, entah sebenernya apa yang terjadi dengan otak gue, kayaknya bener gue harus reparasi otak. dengan umur gue yang baru 18tahun ingatan gue emang bener-bener jelek, bahkan gue selalu butuh peta setiap gue mau pergi ke rumah temen gue yang rumahnya baru sekali atau dua kali gue datengin, untungnya aja peta gue bukan kayak peta nya dora yang bisa joget-joget, bisa malu juga gue kalo di jalan terus tiba-tiba ada pocongan kecil yang lompat-lompat di sebelah gue sambil nyanyi 'aku peta aku peta aku peta', dan untungnya lagi gue hidup di zaman yang udah modern jadi notes di hp gue itu penuh dengan judul 'jalan ke rumah........' ya ada beberapa judul seperti itu di notes hp gue.

well, sebenernya gue mau menceritakan kejadian last saturday night gue bersama 2 orang, spesies apakah mereka itu???? ya sebut saja namanya Surti dan Tejo. atau Bunga dan Budi atau Tina dan Tono atau Mas dan Tante, oke ngebahas nama samaran itu nggak penting kita sebut aja Surti dan Tejo hihihi. Mereka adalah spesies yang sedikit ganas namun sebenarnya jinak.

visi dan misi kita bertiga malam itu adalah makan sushi kemudian nonton, kita milih mall di daerah Senayan buat jadi tempat kita menghabiskan malam minggu yang kalo kata orang malam panjang. Setelah berjuang dengan kemacetan ibukota akhirnya kita sampai di Senayan City, semuanya hampir berjalan sempurna sampai akhirnya mas Tejo bilang kalo ada mantan pujaan hati nya di Sency, dia galau..............di sini gue sempet mikir ternyata nggak cuma ababil doang yang bisa mendadak galau, tapi ternyata orang yang sudah berumur pun bisa galau kalo udah menyangkut soal hati :p.

akhirnya kita bertiga memutuskan buat pindah mall, ya berhubung gue udah laper banget dan itu juga udah agak malem kita pindah ke sebrang Sency. Setelah berjuang dengan kemacetan, amukan dadakan yang di lakukan mas Tejo sama pak polisi, suasana yang mendadak dingin dan sepi karna semuanya jadi diam (nggak kayak gembel-gembel yang lagi asik demo di perut gue) akhirnya kita sampe di PS. Cuma ada 1 yang ada di pikiran gue saat itu, lemper-lemper imut yang seksi hmm maksud gue sushi. Kita sampai di depan restoran nya dan kemudian.............ada sosok perempuan datang menghampiri kita, yak dia adalah teman SMA Surti&Tejo, karena mereka nggak mau di gosipin jalan berdua, kita pun kabuuuuuuuuurrrrrrrrr.


Jujur gue emang bukan tipe cewek yang 'bete kalo enggak makan sushi' namun malam itu gue bener-bener bete karena gue udah masuk 2 mall yang gede banget dengan belasan atau mungkin puluhan restoran di dalam nya tapi gembel-gembel di perut gue masih berdemo karena kelaparan. Akhirnya kita memutuskan buat ke TIS Square. Malam itu jalanan bener-bener ga bersahabat macet dimana-mana, gawatnya gembel-gembel di perut gue udah pada demo dan bakar ban gue rasa, perut gue sakit sesakit sakitnya. Sampe di depan TIS Square cobaan kita belom juga selesai, belokan masuknya kelewatan. sebenernya siapa yang sial malem itu, gue? Surti? apa Tejo? itu semua gak penting yang penting adalah gimana caranya gue bisa makan malam itu. akhirnya kita sampe di restoran Sushi-Ya di TIS Square, malam minggu yang kita habiskan di jalan ternyata gak sebentar, itu udah pukul 10.45pm dan ternyata sushi-ya tutup jam 11.00pm, kita makan dengan buru-buru dan akhirnya visi misi kita malam itu berhasil, walaupun nggak jadi nonton tapi yaudahlah ya yang penting gembel-gembel di perut gue berhenti melakukan demo besar-besaran.
kita berhasil melewati kemacetan jakarta dan berpindah pindah mall demi makan sushi kita berhasil...berhasil....berhasil hore.......*joget dora*

Minggu, 02 Oktober 2011

apalah arti sebuah nama....

orang tua mana sih yang nggak mau nama terbaik buat anaknya, seorang ayah pasti udah sibuk buat nyiapin nama anaknya pas sang istri udah hamil tua. gue pernah baca buku yang isinya arti-arti nama gitu, buku yang sibuk di baca bokap gue pas nyokap gue hamil adek gue, sampe akhirnya adek gue pun lahir dan di kasih nama Fildzah Ghaisani yang kata bokap gue artinya adalah pujaan hati yang cantik jelita, ya seinget gue sih gitu.

oke oke sebenernya bukan nama adek gue yang mau gue ceritain disini, tapi nama gue, yap nama gue di akte kelahiran dan ktp gue emang Pia Andarani. dulu waktu SD, guru gue nyuruh gue dan temen-temen gue buat maju ke depan dan jelasin arti nama, dan gue sempet bingung gue nggak tau harus jawab apa karena temen-temen gue punya arti nama yang keren keren. Dulu mungkin gue nggak bisa jelasin apa arti nama gue, tapi sekarang gue bisa sangat jelas ngejelasin apa arti nama gue..



inget kue yang lo beli kalo lo ke jogja? yang dalem nya ada yang isi kacang ijo coklat dan sebagainya, sebenernya nama gue sama sekali nggak ada hubungan
nya sama kue itu, bokap gue ngasih nama gue Pia bukan karena nyokap gue ngidam bak pia patok atau karena waktu lahir muka gue bulet kayak bak pia. Fyi, itu sama sekali bukan alesan nya.



Pia Alisjahbana, mungkin nama ini asing buat anak-anak seumuran gue, tapi nama itu lah yang jadi inspirasi bokap ngasih gue nama Pia. Dia adalah salah satu tokoh pers dan dosen, nama aslinya itu Suftalatifah Alisjahbana, lahir di Bondowoso, 26 Juli 1933. oke nama nya mungkin boleh asing dan bisa jadi lo nggak pernah denger, tapi gue yakin lo pasti pernah baca majalah Femina atau majalah Gadis, Pia Alisjahbana adalah salah satu pendiri majalah Femina tahun 1972 dan setahun kemudian Dia mendirikan majalah gadis. dari artikel -artikel yang gue baca tentang Dia, gue tau dia perempuan yang pintar,mandiri dan berpendidikan.

gue sangat bangga dengan nama yang gue punya saat ini, paling nggak gue tahu bokap gue berharap gue bisa seperti Dia. mungkin emang bener, apalah arti sebuah nama, tapi dengan lo tau arti nama lo atau asal muasal nama lo itu bisa lo jadiin semangat buat mewujudkan arti dari nama pemberian orang tua lo :D